Sebagai seorang manusia, perasaan takut wajar dan manusiawi dimiliki oleh setiap orang. Jangankan anak-anak, orang dewasapun pada level tertentu mengalami rasa takut terhadap jenis obyek ketakutan yang berbeda.
Obyek ketakutan sendiri, dapa dibagi tiga, yaitu:
- Ketakutan terhadap suatu benda atau binatang tertentu. Misalnya api, kecoa, tikus dan lain-lain.
- Ketakutan terhadap situasi tertentu. Misalnya takut akan tempat terbuka, di ketinggian.
- Ketakutan terhadap suatu suasana sosial tertentu. Misalnya takut berada di kelas baru.
Ketakutan pada anak lebih banyak disebabkan oleh faktor keluarga dan lingkungan terdekat. Berikut beberapa tips agar anak lebih percaya diri menghadapi lingkungan luarnya:
- Bangun konsep diri anak yang positif sehingga percaya diri sebagai modal untuk memasuki dunia luarnya. Usahakan anak mengenal namanya dengan segala predikat positif yang disandangnya.
- Beri kesempatan anak berinteraksi dengan dunia luarnya. Libatkan dalam setiap aktivitas sosial yang memungkinkan keterlibatannya. Misal menghadiri pertemuan keluarga, belanja di toko, dan lain sebagainya.
- Bangun komunikasi dengan anak selama proses interaksi berlangsung. Orang tua mengenalkan orang-orang, tempat, atau suasana yang terjadi selama kegiatan tersebut berlangsung.
- Menanyakan dan memahami perasaan yang dialami oleh anak selama kegiatan berlangsung.
Demikian, beberapa hal yang membantu orang tua mengatasi ketakutan dan kecemasan putranya. Mudah-mudahan kita bisa menghadirkan generasi pemberani laksana umar bin Khattab. Amien….
Oleh: Liesta Montesa, S.Psi

Aristiono Nugroho berkata,
April 5, 2008 @ 1:28 pm
Terimakasih informasinya.
Anak adalah asset Umat Islam, yang akan meneruskan dakwah Islam di dunia, sepeninggal generasi orang tuanya.
Untuk share silahkan klik http://sosiologidakwah.blogspot.com